SMP Xaverius 2 Bandar Lampung

SMP Xaverius 2 Bandar Lampung

Manusia Yang Unggul dalam Humanitas, Kecerdasan, Kajujuran, Kedisiplinan, dan Pelayanan

URL Situs Web: http://xav2

SMP Xaverius 2 Bandar Lampung diberi kesempatan oleh Panitia Renovasi Gereja Katedral Kristus Raja Tanjung Karang untuk menjadi salah satu penampil dalam Opera Komedi Samadi, edisi Kamis, 30 April 2026. Pada kesempatan ini, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung diwakili oleh Audrey Nicole Chandra kelas 9D dengan bercerita tentang sekelumit adat budaya Lampung, dalam hal ini tentang siger dan seruit.

Dalam cerita kali ini dikisahkan kerinduan akan seruit yang menjadi salah satu makanan khas Lampung dengan aroma khas dan makan bersama yang menghangatkan jiwa, diawali dengan sekelumit tentang siger yang melambangkan kehormatan, martabat, dan identitas budaya Lampung. Berikut cuplikan ceritanya:

“Siger di hulu ayin sekadagh hiasan. Ia iyulah mahkota sai ngejunjung tinggi adat jama budaya. Setiap geghakan berceghita hal kelembutan hati Jelema Lampung.”
“Kidang, di balik keanggunanni hina, wat sai hal sai perihal sai selalu ughau jiwa guwai mulih. Hal sai tercium harum jama teghasa nihan ghidik.”

“Ghua tahun … ternyata meghum hina tetop mawat beghubah. Tajom, mecucuk, tapi entah ulah api selalu teghasa gegoh pelukan.”

“Seruit hina ayin cuma soal iwa sai disuwah sampai gaghing. Ayin cuma soal sambal terasi sai lalakni guwai cuping berdenging. Liyak hina…”

“Iwa baung sai gemuk, dicampogh mangga kweni sai asam segar, liwat….. ageh paling sakral iyalah tempoyak. Fermentasi durian hina lamun ghadu tehalu sambal, hmmm... sedap aromani, apalagi rasani gegoh konspirasi semesta sai paling bangik!”

“Kanca-kanca seunyini, zaman tumbai, meja sikam selalu kacap, Apak sikam, Emak sikam jama sanak-sanakni. Di dija makwat sai gelaghni mengan sikop, seunyinni pakai pungu. Sebab seruit iyulah jejama.”

“Ghani sinji, nyak resmi muleh. Ayin ulah kukutku ghadu ilik tanoh Lampung hina…”

“... tapi ulah jiwaku..... ghadu balik tehalu akarni.”

Audrey mengakhiri penampilannya dengan pantun yang disambut meriah oleh semua penonton.

“Pergi berlayar ke seberang pulau, singah sebentar membeli cendana, sejauh apa pun kaki melangkah, kampung dan keluarga tempat ternyaman di jiwa.”

Terima kasih untuk semua pihak yang mendukung. Terus semangat untuk memperkenalkan dan mengembangkan budaya Lampung. “Ki mak kham, sapa lagi? Ki mak ganta, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi?”

Salam Unggul, Transformatif, Berkarakter, Kolaboratif dalam Kemandirian,
SMP Xavepa Gemilang.

Penulis: Sisilia Surasi Andriani

Sai Wawai Edisi Senin, 27 April 2026

Hari ini, suasana pagi di SMP Xaverius 2 Bandar Lampung berlangsung dengan penuh kedisiplinan dan semangat dalam kegiatan rutin upacara bendera. Upacara berjalan tertib dengan petugas upacara dari kelas 8E yang melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Sebagai pemimpin upacara, Krishna Agung memimpin jalannya upacara dengan tegas dan fokus. Sementara itu, pembina upacara, Vincen Simatupang, memberikan amanat dengan penuh semangat mengenai kebijakan baru di setiap kelas. Seperti biasa, selain pembina upacara, dalam setiap pelaksanaan upacara juga ada sesi berbagi praktik baik dari salah satu murid untuk seluruh warga sekolah. Kali ini, sesi berbagi praktik baik disampaikan oleh Chalista Queen dari kelas 8C dengan tema “Strategi Menghadapi Ujian dengan Hasil Maksimal.”

Chalista menyampaikan bahwa rasa takut dan cemas saat menghadapi ujian adalah hal yang wajar, selama kita tetap berusaha dan tidak mudah menyerah. Chalista juga membagikan beberapa tips penting, seperti belajar secara teratur, memahami materi bukan hanya menghafal, menjaga kesehatan dengan istirahat yang cukup, percaya pada diri sendiri, serta tidak lupa berdoa.

Pesan yang disampaikan sangat menginspirasi dan bermanfaat, terutama ketika menegaskan bahwa hasil yang baik tidak datang secara instan, melainkan dari usaha yang dilakukan setiap hari. Hal ini mengajak seluruh siswa untuk lebih disiplin dalam mempersiapkan ujian dan saling mendukung dalam menghadapi ujian.

Selain itu, upacara hari ini juga dimeriahkan oleh penampilan Sai Wawai dari kelas 9E yang menampilkan musical puisi. Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian seluruh peserta upacara dengan perpaduan antara musik dan pembacaan puisi yang penuh makna.

Kegiatan upacara hari ini berhasil berjalan dengan lancar serta memberikan banyak pelajaran, mulai dari kedisiplinan, keberanian tampil di depan banyak orang, hingga motivasi untuk menjadi lebih baik dalam menghadapi ujian. Terus semangat dalam berjuang menggenggam masa depan yang cemerlang untuk semua murid SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, Xavepa Gemilang!

Penulis: Chalista Queen Ardela Siadari

Hari ini, Sabtu, 25 April 2026, SMP Xaverius 2 memilih tema “Optimalisasi Berbagi Praktik Baik untuk Pengembangan Diri dan Sekolah” untuk agenda rutin minggu ke-4 setiap bulan. Berbagi praktik baik menjadi salah satu langkah strategis dalam optimalisasi berbagai target satuan pendidikan dalam pengembangan secara terus-menerus. Kali ini, rujukan untuk berbagi praktik baik adalah Rekomendasi Prioritas Rapor Pendidikan Sekolah dan ada tambahan pengimbasan Workshop Strategi Pengelolaan Media Sosial Sekolah. Dari rekomendasi prioritas tersebut, semua guru mempelajari kondisi sekolah untuk bersama-sama menemukan solusi sesuai rekomendasi prioritas sebagai basis data dalam perencanaan langkah maupun program. Kegiatan ini dipandu oleh Ibu Natalia Anggun Pratiwi dan Christina Natalia Setyawati dengan berbagi ice breaking yang menarik, sehingga rangkaian kegiatan menjadi hidup dan menyenangkan.

Berbagi praktik baik yang pertama adalah pengimbasan Workshop Strategi Pengelolaan Media Sosial Sekolah, yang disampaikan oleh Bapak Vincen Simatupang. Pengimbasan ini penting agar semua guru dan tenaga kependidikan bersama-sama terus mengembangkan media sosial sekolah untuk mempermudah orang tua murid dan masyarakat dalam mendapatkan informasi terkait sekolah dengan segala dinamika pendampingan tumbuh kembang murid. Berbagi praktik baik dilanjutkan oleh Ibu Maria Angelina Hutagalung, yang membagikan inspirasinya, “Menciptakan Ruang Aman dan Nyaman” bagi murid di sekolah. Materi ini merupakan salah satu rekomendasi prioritas, sehingga sekolah terus berbenah, bersama-sama berefleksi untuk terus-menerus membekali diri, serta membuka diri terhadap hasil refleksi sebagai dasar menciptakan ruang kelas yang aman dan nyaman. Dari ruang-ruang kelas yang aman dan nyaman, sekolah akan menjadi komunitas yang aman dan nyaman untuk belajar.

Berbagi praktik baik selanjutnya disampaikan oleh Ibu Theodora Ratih Indriani tentang “Meningkatkan Kemampuan Menulis Murid” untuk meningkatkan minat baca dan literasi. Dalam praktik baik yang dibagikan dari pengalaman sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ibu Ratih terus gigih dalam usaha meningkatkan kemampuan murid memahami isi buku dan menilai sebuah tulisan melalui resensi. Dengan membuat resensi, murid harus membaca dengan sungguh-sungguh. Keterampilan membaca dan menulis yang baku dan benar merupakan salah satu langkah strategis dalam peningkatan kemampuan literasi murid. Kemampuan literasi yang tinggi akan meningkatkan kompetensi murid dalam banyak hal.

Setelah ketiga sesi berbagi praktik baik, kegiatan ditutup dengan refleksi oleh Kepala SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, Ibu Sisilia Surasi Andriani, dengan mengajak semua guru dan tenaga kependidikan untuk melangkah pada Inspirasi Kegiatan Benahi Diri, yang juga terdapat di Rapor Pendidikan Sekolah. Langkah ini penting agar sekolah dapat menentukan program yang sesuai dengan kebutuhan murid. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk konsistensi SMP Xaverius 2 untuk terus belajar dan berjuang memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua murid. Terus semangat bergerak untuk pengembangan diri dan sekolah.
Salam Unggul, Transformatif, Berkarakter, Kolaboratif dalam Kemandirian.

Penulis: Sisilia Surasi Andriani

Pada hari Selasa, 21 April 2026, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung melaksanakan upacara bendera untuk memperingati Hari Kartini. Kali ini, upacara diikuti oleh siswa-siswi, guru, dan karyawan SMP serta SMA Xaverius Pahoman dengan tertib dan penuh semangat.

Kegiatan dimulai dengan setiap pemimpin barisan menyiapkan barisannya. Setelah itu, pemimpin upacara memasuki lapangan dan menerima penghormatan. Pembina upacara juga memasuki lapangan, dan upacara pun resmi dimulai. Bendera Merah Putih dikibarkan dengan diiringi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan dengan khidmat. Pada saat pengibaran bendera, petugas paskibra yang dilakukan oleh siswi SMA menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan kompak sehingga pengibaran berlangsung dengan lancar.

Upacara peringatan Hari Kartini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan kemandirian yang diwariskan Kartini diharapkan dapat menginspirasi peserta didik untuk terus berkembang dan berani meraih cita-cita tanpa memandang perbedaan gender.

Dalam amanatnya, pembina upacara juga menyampaikan pesan tentang perjuangan R.A. Kartini yang telah memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Selain itu, kita juga harus berani untuk berpendapat serta memperkuat budaya literasi yang diwariskan Kartini, yang mengajarkan pentingnya membaca untuk memperluas pengetahuan, menulis untuk mengekspresikan gagasan, serta berpikir kritis dalam menyikapi berbagai persoalan. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk diterapkan oleh generasi masa kini, khususnya peserta didik, agar mampu menjadi individu yang cerdas, kreatif, dan berwawasan luas.

Kemudian, upacara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib nasional “Ibu Kita Kartini” dan Mars Xaverius dengan bangga, lalu pembacaan doa. Setelah itu, dilakukan laporan kepada pembina upacara bahwa upacara telah selesai. Demikian rangkaian kegiatan Upacara Hari Kartini dilaksanakan di kompleks SMP-SMA Xaverius Bandar Lampung.

Sebagai penutup, peringatan Hari Kartini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini. Semangat emansipasi, pendidikan, dan budaya literasi yang beliau perjuangkan harus terus hidup dalam setiap langkah generasi masa kini. Semoga semangat Hari Kartini senantiasa menginspirasi kita untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Salam Xavepa Gemilang
Genggam Masa Depan Cemerlang

Penulis: Clara Olivia Bun

Kokurikuler SMP Xaverius 2 Bandar Lampung dalam Jejama Helau
(Jembatan Jadi Manusia Harmonis, Elok Akhlak dan Laku)

Peraturan tentang kokurikuler tahun 2025 diatur melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, yang memperkuat Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 dengan fokus pada fleksibilitas dan penguatan karakter. Maka, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung telah mendesain program kokurikuler dalam KOSP (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan) sejak awal tahun ajaran baru pada awal Juni yang lalu.

Kokurikuler didesain dalam program Jejama Helau (Jembatan Jadi Manusia Harmonis, Elok Akhlak dan Laku), di mana “jembatan” yang harus dilalui oleh murid dalam kegiatan kokurikuler adalah 8 Dimensi Profil Lulusan, yaitu:

Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa: menanamkan nilai-nilai religius dan akhlak mulia dalam perilaku sehari-hari.
Kewargaan: membentuk karakter yang sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara serta peduli pada lingkungan sekitar.
Penalaran Kritis: mengembangkan kemampuan berpikir analitis, objektif, dan logis dalam memecahkan masalah.
Kreativitas: mendorong siswa menghasilkan gagasan atau karya orisinal yang inovatif.
Kolaborasi: membangun kemampuan bekerja sama dan bergotong royong dengan orang lain.
Kemandirian: mengembangkan perilaku bertanggung jawab, percaya diri, dan mampu mengatur diri sendiri.
Kesehatan: fokus pada pemahaman dan penerapan gaya hidup sehat, baik fisik maupun mental.
Komunikasi: meningkatkan kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif dan sopan.

Sebagai kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi, terutama penguatan karakter, kokurikuler di SMP Xaverius 2 didesain berbasis projek antarmata pelajaran. Semua murid harus menyelesaikan 4 projek dalam satu tahun, yaitu 3 projek di semester ganjil dan 1 projek di semester genap.

Pada Tahun Ajaran 2025/2026 ini, projek yang telah diselesaikan sampai pada Panen Karya Projek di semester ganjil adalah: Untukmu Indonesiaku, Memimpin dengan Hati, Melayani dengan Aksi, dan Untuk Xavepa Gemilang: Jelajah Potensi, Ciptakan Kreasi untuk Xavepa Gemilang.

Pada semester genap ini, kokurikuler kelas 9 memiliki tema yang berbeda dengan kelas 7 dan 8. Kelas 9 mengusung tema “Kenang Indah di Kelas 9”, sedangkan kelas 7 dan 8 mengusung tema “Identitas Bangsaku”. Semua projek dikerjakan secara kolaboratif dalam kelompok untuk menghasilkan karya yang sesuai tema dengan tetap memperhatikan rubrik penilaian 8 Dimensi Profil Lulusan pada setiap projek antarmata pelajaran.

Kegiatan kokurikuler yang bertujuan mendukung tercapainya 8 Dimensi Profil Lulusan secara nyata dan kontekstual melalui pengalaman belajar yang bermakna ini didesain sedemikian rupa oleh Tim Kokurikuler SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, yaitu:

  • Bapak Andrianus Bedut dan Ibu Martha Andriastuti untuk kelas 9

  • Ibu Yohana Susiati dan Ibu Indah Puspitasari untuk kelas 8

  • Ibu Martina Harsih dan Ibu Maria Angelina Hutagalung untuk kelas 7

dalam koordinasi Waka Kurikulum Bapak T. Hendri Nugroho, Waka Kesiswaan Ibu Yuliana Sariyanti, dan Kepala Sekolah Ibu Sisilia Surasi Andriani.

Delapan Dimensi Profil Lulusan merupakan hasil dari capaian pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Di samping itu, delapan dimensi tersebut menumbuhkembangkan profil lulusan yang memiliki kepemimpinan efektif, berintegritas, profesional, dan transformatif.

Terus semangat untuk anak Indonesia.
Salam Unggul, Transformatif, Berkarakter, Kolaboratif dalam Kemandirian.
SMP Xaverius 2, Xavepa Gemilang.

Sisilia Surasi Andriani

BANDAR LAMPUNG, 22 April 2026 — SMP Xaverius 2 Bandar Lampung kembali menunjukkan eksistensinya sebagai sekolah yang aktif mencetak siswa berprestasi. Dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kecamatan Enggal Tahun 2026, sekolah ini berhasil membawa pulang empat gelar juara dari enam cabang olahraga yang diikuti.

Ajang yang berlangsung pada 20 hingga 22 April 2026 ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk menunjukkan bakat, keterampilan, dan sportivitas dalam bidang olahraga. SMP Xaverius 2 mengirimkan atlet-atlet terbaiknya untuk berlaga di cabang atletik, bulu tangkis, dan renang, baik putra maupun putri.

Perjuangan dimulai pada Senin (20/4/2026) melalui cabang atletik. SMP Xaverius 2 menurunkan Vincent Priyadi di nomor putra dan Vinnaya Velia Sari di nomor putri. Dalam perlombaan tersebut, Vinnaya berhasil meraih juara III.

Masih di hari yang sama, kemenangan membanggakan datang dari cabang bulu tangkis putra. Ezekiel Jeremy Silitonga tampil luar biasa dan sukses meraih juara I. Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkannya menjadi wakil Kecamatan Enggal untuk melaju ke O2SN tingkat Kota Bandar Lampung.

Pada Selasa (21/4/2026), Michele Livia Effendi yang bertanding di cabang bulu tangkis putri berhasil menyumbangkan prestasi dengan meraih juara II setelah melalui pertandingan yang kompetitif.

Sementara itu, pada hari terakhir, Rabu (22/4/2026), cabang renang dipertandingkan. Yohanes Stiephan Cendra berhasil meraih juara II di nomor renang putra. Adapun Faye Eleanor Ho yang bertanding di nomor renang putri juga tampil maksimal dan menunjukkan semangat juang hingga akhir perlombaan.

Capaian ini menjadi bukti bahwa SMP Xaverius 2 Bandar Lampung tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga konsisten mengembangkan potensi siswa di bidang nonakademik. Pihak sekolah pun mengapresiasi perjuangan seluruh peserta yang telah berusaha maksimal membawa nama baik sekolah.

Dengan perjuangan yang masih berlanjut di tingkat kota, seluruh keluarga besar SMP Xaverius 2 Bandar Lampung memberikan dukungan penuh kepada Ezekiel Jeremy Silitonga agar dapat kembali menorehkan prestasi dan mengharumkan nama sekolah di jenjang yang lebih tinggi.

Penulis: Vincen Simatupang

Masih bersama yayasan Xaverius Tanjung Karang, di GSG Way Halim,workshop hari ke-2 “Strategi Pengelolaan Media Sosial Sekolah” hari  ini,  dibuka secara resmi oleh moderator bapak Stefanus Sarji dengan penuh semangat, menciptakan suasana yang hangat dan antusias di antara para peserta. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan doa dan sambutan dari Ketua Yayasan, Romo RD Andreas Sutrisno. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar dinamika yang terjadi selama workshop ini mampu membawa perubahan yang lebih baik, serta menekankan pentingnya mengimplementasikan hasil workshop di unit sekolah masing-masing.

 Materi hari ini disampaikan oleh narasumber Haris Suhendra, S.Kom., M.M. tentang pentingnya pengelolaan media sosial dalam membangun citra dan reputasi sekolah. Ia menegaskan bahwa sekolah yang aktif di media sosial, website, dan publikasi digital akan lebih mudah ditemukan di mesin pencari seperti Google.  Menurutnya, di jaman ini keputusan orang tua dalam memilih sekolah diawali dari kemudahan memperoleh informasi, mulai dari pencarian, mengenali keunggulan sekolah, mengunjungi website, hingga akhirnya memutuskan untuk mendaftar. Oleh karena itu, sekolah perlu memahami kebutuhan orang tua dengan menyajikan konten yang relevan, edukatif, dan inspiratif, serta menggambarkan branding sekolah. 

Sebagai penutup, Romo Sutris mengajak seluruh warga sekolah untuk teeus memanfaatkan teknologi untuk membantu orang tua murid mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya tentang sekolah. Beliau menegaskan bahwa setiap karya memiliki kontribusi besar bagi kemajuan sekolah. Dengan semangat kebersamaan dan konsistensi, seluruh warga sekolah diharapkan dapat aktif berkarya dan berkontribusi dalam membangun citra positif sekolah.

Demikian rangkaian kegiatan workshop hari kedua ini. Semangat untuk terus unggul, transformatif, berkarakter, kolaboratif, dan mandiri dalam semangat HK3P.

SALAM XAVEPA GEMILANG

Penulis: Maria Angelina Hutagalung, S.Pd. & Sisilia Surasi Andriani, S.Si., M.M.

SMP Xaverius 2 Bandar Lampung mengikuti workshop “Strategi Pengelolaan Media Sosial Sekolah” diselenggarakan oleh Yayasan Xaverius Tanjungkarang pada Senin–Selasa, 20–21 April 2026 di GSG Gentiaras Way Halim. Kegiatan ini diikuti oleh 47 peserta yang terdiri dari tenaga pendidik dan kependidikan dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA di bawah naungan Yayasan Xaverius Tanjung Karang. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan aktif dan penuh antusiasme. Dalam kegiatan ini SMP Xaverius 2 Bandar Lampung diwakili oleh Kepala Sekolah Ibu Sisilia Surasi Andriani, S.Si.,M.M, bapak Vincen Simatupang, S.Si dan ibu Maria Angelina Hutagalung, S.Pd.

Pada hari pertama ini, acara dibuka oleh moderator Stefanus Sarji, dilanjutkan dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sambutan pertama disampaikan oleh koordinator kegiatan, F. Joko Winarno, yang menekankan bahwa workshop ini menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan, berbagi pengalaman, serta memperkuat kolaborasi antarunit dalam mengelola media sosial sekolah secara lebih terarah dan profesional. Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman peserta mengenai strategi pengelolaan media sosial melalui pendekatan digital, konten kreatif, serta optimalisasi platform untuk mendukung daya saing sekolah, khususnya dalam mendukung keberhasilan SPMB. Peserta diajak untuk bersikap terbuka, tidak reaktif terhadap kebijakan, dan bersama-sama mencari strategi terbaik yang relevan dengan perkembangan zaman.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Yayasan, Romo RD. Andreas Sutrisno, sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa media sosial memiliki pengaruh besar terhadap cara berpikir, bertindak, dan berinteraksi. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan kebijaksanaan dalam penggunaannya. Media sosial pada dasarnya bersifat netral, sehingga dampaknya baik positif maupun negatif ditentukan oleh cara penggunaannya. Sekolah memiliki peluang besar untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun citra positif melalui publikasi kegiatan, prestasi, proses pembelajaran, serta pengembangan kurikulum. Selain itu, beliau mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri dan menggunakan media sosial sebagai sarana mewartakan nilai-nilai karakter serta kebaikan, sehingga mampu menjadi “garam dan terang dunia” juga di ruang digital.

Pada sesi pertama, Romo RD. Krisantus Ian Bagas Brahmanthio membawakan materi tentang “Peran media sosial dalam menumbuhkan iman, harapan, dan kedekatan dengan Tuhan”. Ia menekankan bahwa teknologi merupakan anugerah yang harus dimanfaatkan secara bijak, terutama untuk hal-hal yang membangun. Media sosial dapat berfungsi sebagai sarana evangelisasi, pendidikan iman, membangun persekutuan, serta media komunikasi dan dialog dengan masyarakat luas. Penggunaan yang tepat diharapkan mampu mempererat relasi manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.

Sesi kedua menghadirkan Romo Fransiskus Xaverius Dista Kristanto dengan materi “Menjadi Guru di Era Media Sosial.” Ia menekankan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan dalam penggunaan media sosial. Guru dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memahami karakter generasi digital. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, komunikasi, dan penguatan citra sekolah, namun tetap harus digunakan secara bijak, etis, dan bertanggung jawab. Selain itu, guru juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa agar kritis dan selektif dalam menerima informasi.

Pada sesi ketiga, Associate Prof. Dr. Anggalia Wibasuri memaparkan “Strategi branding sekolah berbasis nilai dan kepercayaan di era digital”. Ia menjelaskan bahwa branding tidak hanya sebatas promosi, tetapi harus mencerminkan pengalaman nyata dan nilai yang hidup di sekolah. Kepercayaan dibangun melalui kesesuaian antara janji dan realitas yang dirasakan oleh peserta didik. Strategi yang dapat diterapkan antara lain menentukan nilai inti sekolah, menyampaikan pesan yang konsisten, serta menampilkan bukti nyata seperti testimoni orang tua, prestasi siswa, dan transparansi program. Konten kreatif seperti dokumentasi kegiatan harian, digital open house, siaran langsung, serta keterlibatan alumni juga menjadi bagian penting dalam memperkuat citra sekolah.

Sesi keempat disampaikan oleh Y. Gisik Priambo dengan topik “Publikasi Kegiatan Kolaborasi.” Ia menekankan bahwa publikasi merupakan kerja tim yang memerlukan perencanaan dan alur yang jelas. Bentuk publikasi dapat berupa foto dengan caption yang kuat, artikel, video, maupun testimoni. Konsistensi menjadi kunci utama dalam membangun citra sekolah melalui media sosial. Ia juga menegaskan bahwa sekolah yang baik namun tidak dipublikasikan dengan baik akan kalah bersaing dengan sekolah yang mampu menampilkan kegiatannya secara konsisten. Oleh karena itu, setiap kegiatan perlu didokumentasikan dan dibagikan sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan publik.

Secara keseluruhan, workshop ini memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan media sosial yang strategis, kreatif, dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengoptimalkan media sosial sebagai sarana komunikasi, edukasi, dan promosi yang efektif, sehingga dapat memperkuat citra serta meningkatkan daya saing sekolah di era digital. Demikian kegiatan workshop hari pertama ini, terus semangat untuk unggul tranformatif berkarakter kolaboratif dalam kemandirian dengan semangat HK3P.

SALAM XAVEPA GEMILANG

Penulis : Maria Angelina Hutagalung, S.Pd. dan Sisilia Surasi Andriani, S.Si., M.M.