SMP Xaverius 2 Bandar Lampung

SMP Xaverius 2 Bandar Lampung

Manusia Yang Unggul dalam Humanitas, Kecerdasan, Kajujuran, Kedisiplinan, dan Pelayanan

URL Situs Web: http://xav2

Upacara Bendera SMP Xaverius 2 Bandarlampung: Kedisiplinan

Pada Selasa, 10 Januari 2026, SMP Xaverius 2 Bandarlampung melaksanakan upacara bendera Merah Putih pada pagi hari yang penuh motivasi di lapangan sekolah. Kali ini, petugas upacara dipercayakan kepada siswa-siswi kelas 8B yang menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan terorganisasi, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar.

Upacara dipimpin oleh pembina upacara, Ibu Christina Natalia Setyawati, yang memberikan amanat kepada seluruh peserta upacara. Pada kesempatan tersebut, sesi berbagi praktik baik disampaikan oleh Defran Elkindo dari kelas 8D. Dalam paparannya, Defran mengangkat topik tentang kedisiplinan serta menjelaskan pentingnya kedisiplinan sebagai bentuk ketaatan, kepatuhan, dan keteraturan seseorang terhadap peraturan. Menurutnya, dengan kedisiplinan seseorang akan menjadi lebih taat, patuh, tepat waktu, dan bertanggung jawab, sehingga kehidupan menjadi lebih teratur. Ia juga menekankan bahwa kedisiplinan merupakan kunci utama kesuksesan dan pembentukan karakter pelajar dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.

Lebih lanjut, Defran menjelaskan beberapa contoh penerapan kedisiplinan, yaitu dengan membiasakan perilaku disiplin secara konsisten sejak dini. Contoh yang sering dijumpai di sekolah antara lain datang tepat waktu, tidak menyontek, serta menaati tata tertib sekolah. Hal ini juga didukung oleh berbagai program sekolah, seperti Assam Bassa dan Tapis Berseri, yang mendorong seluruh warga sekolah untuk semakin disiplin dan taat terhadap peraturan. Ia juga menambahkan bahwa setiap pelanggaran terhadap kedisiplinan tentu akan diberikan sanksi yang logis dan sepadan dengan pelanggaran yang dilakukan.

Setelah sesi praktik baik disampaikan, pembina upacara memberikan apresiasi kepada Defran serta mengajak seluruh peserta upacara memberikan tepuk tangan sebagai bentuk penghargaan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada petugas upacara kelas 8B yang telah menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar. Dalam penutup amanatnya, pembina upacara kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam pembentukan karakter pelajar agar dapat berkembang menjadi pribadi yang taat, teratur, dan patuh terhadap aturan di lingkungan sekitar.

Selain itu, dalam rangkaian kegiatan Sai Wawai juga ditampilkan satu penampilan English Speech yang dibawakan oleh Angel dan Lily dari kelas IX B. Melalui speech tersebut, keduanya mengajak seluruh peserta upacara untuk mengenang perjalanan selama menempuh pendidikan di SMP, mulai dari masa adaptasi di kelas VII, tantangan di kelas VIII, hingga refleksi dan persiapan menghadapi masa depan di kelas IX. Penampilan yang dibawakan dengan percaya diri ini mampu memberikan inspirasi sekaligus motivasi kepada seluruh peserta upacara untuk menghargai setiap proses perjalanan belajar yang sedang dijalani.

Melalui pelaksanaan upacara yang tertib dan penuh makna ini, diharapkan seluruh warga SMP Xaverius 2 Bandarlampung semakin menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta semangat untuk terus berkembang menjadi pelajar yang berkarakter.

Penulis: Jocelynn Karunia Surtan (8B)

Isi Speech

English Speech for Sai Wawai (10/02/2026)

Good morning, everyone.

First of all, let me introduce myself. I’m Angel, and the person next to me is Lily. We are both from Ninth B, and today we are going to give a short speech about our junior high school journey. So, let us begin by rewinding our memories to seventh grade.

Back in seventh grade, we were complete strangers. We didn’t know each other, and we had to adapt to a new environment in a new school. At first, everything felt very awkward because we had to talk to classmates we had never met before. However, the rest of seventh grade turned out to be very enjoyable. We spent a lot of fun moments together, made many friends, and learned many things from both our mistakes and our achievements—even the small achievements that still felt meaningful. At that time, we didn’t think much about the future; we simply focused on enjoying our days.

The next year was eighth grade. We gathered on the school field to hear the announcement of class divisions. At first, I felt very excited because I wanted to know who my new classmates would be. However, Lily and I were separated for a year. It was a sad moment because the friends we knew before were now in different classes. For me, it felt like a disaster because I didn’t know anyone around me. Everything was very different from seventh grade. Still, I knew I had to continue the journey. As time passed, I successfully went through eighth grade, and then we had to face the “final boss” of junior high school: ninth grade.

And now, here we are in ninth grade. When we found out through the school website that we were finally in the same class again, I felt genuinely happy. A year without your close friend can feel very long. Time flies so fast, and now we are already in the last semester. We only have a few months left together. During this time, we must prepare for many activities and important tests such as the Try Out, Academic Ability Test, school exams, and others.

Not only that, in the next few months we also have to choose our next path—our senior high schools. Some of us may have to walk different paths because we choose different schools, and that means we may be separated from our friends again. However, we still have time to enjoy these busy but precious moments in our final semester together, until graduation day comes—the final farewell. It will be the last time we stand as junior high school students, but our life journey will continue because there is still a long road ahead of us.

And that’s all for today. On behalf of Ninth B, thank you very much for your attention.
Goodbye.

 


Kamis, 29 Januari 2026, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung melaksanakan kegiatan Kamis Beradat sebagai bentuk pelestarian dan penghormatan terhadap budaya Lampung. Kegiatan ini menjadi salah satu program sekolah yang bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Lampung kepada seluruh warga sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program Pemerintah Provinsi Lampung dalam menguatkan identitas budaya daerah.

Pada kegiatan ini, seluruh siswa-siswi mengenakan atribut adat Lampung, seperti kain tapis, kalung papan jajar, ikat pujuk, serta berbagai aksesori khas lainnya. Balutan busana adat tersebut menghadirkan suasana berbeda di lingkungan sekolah, menciptakan keindahan visual sekaligus nuansa budaya yang kental dalam setiap aktivitas pembelajaran.

Partisipasi tidak hanya datang dari para siswa, tetapi juga dari guru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga sekolah. Kebersamaan dalam mengenakan atribut adat Lampung ini menjadikan kegiatan Kamis Beradat berlangsung meriah, hangat, dan penuh makna. Hal ini mencerminkan semangat persatuan serta rasa bangga terhadap identitas budaya daerah.

Melalui pelaksanaan Kamis Beradat, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung berupaya menanamkan kesadaran kepada peserta didik akan pentingnya mengenal, menghargai, dan melestarikan budaya Lampung. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukatif untuk membentuk karakter siswa agar memiliki rasa cinta terhadap tanah kelahiran serta menghormati tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Dengan dilaksanakannya Kamis Beradat secara rutin, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung turut mendukung program Gubernur Lampung dalam pelestarian budaya lokal serta penguatan jati diri masyarakat Lampung. Diharapkan budaya Lampung semakin dikenal, dicintai, dan terus hidup di tengah perkembangan zaman, serta generasi muda menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.

Penulis: Tim Multimedia Xavepa

Dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, sekolah dituntut untuk tidak hanya berfokus pada penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga pada penguatan strategi belajar yang kolaboratif, terencana, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh. Salah satu upaya nyata yang relevan dengan tantangan tersebut adalah pelaksanaan Program  Komunitas Belajar (Kombel)  Yunior Xavepa (KYX) yang berada dalam koordinasi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, khususnya dalam rangka persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), bersama guru mapel terkait dan para wali kelas.

Program KYX  ini merupakan wujud sinergi antarbidang dan antar mapel di lingkungan sekolah, yang tidak hanya memadukan aspek akademik dan manajerial, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan psikologis peserta didik. KYX dirancang sebagai komunitas belajar sekaligus ruang berbagi, di mana siswa, guru, dan manajemen sekolah saling terlibat aktif dalam proses persiapan TKA secara sistematis dan berkelanjutan. Dengan demikian, Kombel tidak sekadar menjadi kegiatan tambahan, melainkan bagian integral dari budaya belajar sekolah.

Koordinasi antara Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dan Kesiswaan menjadi fondasi penting dalam keberhasilan program ini. Waka Kurikulum berperan dalam memastikan bahwa materi, metode, dan strategi pembelajaran yang diterapkan selaras dengan tuntutan kompetensi TKA, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Sementara itu, Waka Kesiswaan berperan dalam mengatur dinamika peserta didik, membangun motivasi, kedisiplinan, serta iklim belajar yang kondusif. Kolaborasi keduanya menciptakan keseimbangan antara pencapaian akademik dan penguatan karakter siswa.

WhatsApp_Image_2026-01-28_at_20.49.25.jpeg

Salah satu keunggulan utama dari program Kombel adalah penerapan konsep tutor teman sebaya. Dalam konteks ini, sekolah membentuk tim sukses TKA yang terdiri dari murid-murid pilihan yang telah diseleksi oleh guru mata pelajaran TKA, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. Murid-murid ini dipilih bukan hanya berdasarkan capaian akademik, tetapi juga kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kemauan untuk berbagi pengetahuan dengan teman sekelasnya. Peran mereka sebagai mentor sebaya menjadikan proses belajar lebih inklusif dan humanis.

Tutor teman sebaya memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan pembelajaran satu arah yang sepenuhnya bergantung pada guru. Peserta didik cenderung merasa lebih nyaman bertanya, berdiskusi, dan mengemukakan kesulitan belajar kepada teman sebaya. Bahasa yang digunakan lebih sederhana, pendekatan lebih dekat, dan suasana belajar menjadi lebih cair. Hal ini berdampak positif pada peningkatan pemahaman konsep, terutama bagi siswa yang selama ini merasa kurang percaya diri atau tertinggal secara akademik, sehingga KYX ini dapat menjadi klinik penyelesaian soal – soal konseptual dalam mempersiapkan TKA.

Meski demikian, peran guru tetap menjadi elemen kunci dalam program ini. Guru mata pelajaran TKA Bahasa Indonesia dan Matematika berfungsi sebagai pendamping, fasilitator, sekaligus pengarah bagi para tutor sebaya. Guru memastikan bahwa materi yang disampaikan tetap sesuai dengan kurikulum, indikator kompetensi, dan standar penilaian TKA. Dengan pendampingan ini, kualitas pembelajaran tetap terjaga, sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang sebagai pembelajar mandiri dan kolaboratif.

Harapan Kepala Sekolah, Ibu Sisil, agar TKA dapat dipersiapkan dengan maksimal oleh semua pihak, tercermin kuat dalam pelaksanaan program KYX ini. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan TKA bukan semata tanggung jawab guru mata pelajaran, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga sekolah. Kepala sekolah memandang TKA sebagai tolok ukur akademik yang penting, bukan untuk memberi label atau tekanan, tetapi sebagai sarana evaluasi capaian pembelajaran dan kualitas proses pendidikan yang telah dijalankan.

Dengan menjadikan TKA sebagai tolok ukur akademik, sekolah memiliki dasar yang objektif untuk melakukan refleksi dan perbaikan berkelanjutan. Hasil TKA yang nantinya dapat digunakan untuk memetakan kekuatan dan kelemahan peserta didik, efektivitas strategi pembelajaran, serta relevansi program pendukung seperti Kombel. Dalam konteks ini, KYX berfungsi sebagai jembatan antara proses pembelajaran harian dan tuntutan evaluasi akademik yang terstandar.

Lebih jauh, program KYX juga memiliki nilai strategis dalam membangun karakter peserta didik. Melalui tutor teman sebaya, siswa belajar tentang tanggung jawab, empati, kerja sama, dan kepemimpinan. Mereka tidak hanya belajar untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keberhasilan bersama. Nilai-nilai ini sejalan dengan tujuan pendidikan yang menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan sosial-emosional.

Dari sudut pandang manajemen sekolah, program  KYX menunjukkan adanya perencanaan yang matang dan terstruktur. Penjadwalan yang jelas, pembagian peran yang tegas, serta koordinasi lintas bidang menjadikan program ini tidak bersifat insidental, melainkan berkelanjutan. Hal ini penting agar persiapan TKA tidak dilakukan secara mendadak, tetapi melalui proses yang bertahap dan terukur.

Tantangan tentu tetap ada, seperti konsistensi pelaksanaan, komitmen peserta didik, serta kebutuhan evaluasi berkala. Namun, dengan dukungan penuh dari kepala sekolah, koordinasi yang solid antara Waka Kurikulum dan Waka Kesiswaan, serta keterlibatan aktif guru dan siswa, program Kombel memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi praktik baik (best practice) di lingkungan sekolah.

Sebagai penutup, Program  KYX dalam koordinasi Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dan Kesiswaan,bersama guru mapel terkait dan para wali kelas ini  merupakan langkah progresif dan visioner dalam mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses pembelajaran yang kolaboratif, partisipatif, dan berpusat pada peserta didik. Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama, harapan Kepala Sekolah agar TKA dapat disiapkan secara maksimal oleh semua pihak bukanlah sekadar cita-cita, melainkan tujuan yang realistis dan dapat diwujudkan.

Salam Unggul Transformatif Berkarakter Kolaboratif dalam Kemandirian SMP Xavepa Gemilang.

Penulis : Fernando Aldi Marcos,S.Pd

Editor  :  Sisilia Surasi Andriani, S. Si.,M.M

 

SMP Xaverius 2 Bandar Lampung kembali melaksanakan upacara bendera pada pagi hari yang penuh semangat di lapangan sekolah. Pada kesempatan ini, petugas upacara dipercayakan kepada siswa-siswi kelas 8A yang menjalankan tugasnya dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Upacara berlangsung khidmat dengan pembina upacara Ibu Maria Angelina Hutagalung, serta didampingi oleh Sai Wawai Ancila Maria Renata.

Kegiatan upacara diawali dengan barisan pasukan yang disiapkan dengan rapi. Setelah laporan pemimpin upacara, pasukan diistirahatkan sebelum memasuki sesi amanat pembina upacara. Dalam suasana yang tenang dan penuh perhatian, pembina upacara menyampaikan salam lintas agama sebagai wujud semangat toleransi dan kebhinekaan yang selalu dijunjung tinggi di SMP Xaverius 2 Bandar Lampung.

Dalam amanatnya, pembina upacara mengajak seluruh warga sekolah untuk bersyukur atas kesempatan melaksanakan upacara dalam keadaan sehat. Selanjutnya, pembina upacara memberikan ruang bagi salah satu siswi untuk menyampaikan praktik baik. Kali ini, Ancila Maria Renata dari kelas 9C dipercaya membagikan inspirasi kepada seluruh peserta upacara.

Ancila memperkenalkan diri dan memaparkan topik tentang G2M2 (Gerakan Gemar Membaca dan Menulis). Ia menyampaikan bahwa membaca dan menulis merupakan kebiasaan sederhana namun sangat penting bagi masa depan. Melalui membaca, siswa dapat memperluas pengetahuan dan wawasan, sedangkan melalui menulis, siswa dapat menyalurkan ide, melatih pola pikir, serta meningkatkan kreativitas.

Ancila juga mengingatkan bahwa di era digital saat ini, membaca sering dilakukan melalui gawai. Namun, penggunaan layar dalam waktu lama dapat menyebabkan kelelahan mata dan menurunkan konsentrasi. Oleh karena itu, buku fisik tetap menjadi sarana penting agar pembaca lebih fokus dan memahami isi bacaan dengan baik.

Lebih lanjut, ia mengajak teman-teman untuk memulai G2M2 dari langkah sederhana, seperti membaca selama 10–15 menit setiap hari dan menuliskan kembali hal-hal penting dari bacaan tersebut. Kebiasaan kecil ini diyakini akan membawa dampak besar bagi perkembangan diri siswa di masa depan. Di akhir penyampaiannya, Ancila mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyampaian.

Setelah praktik baik disampaikan, pembina upacara memberikan apresiasi kepada Ancila serta mengajak seluruh peserta upacara memberikan tepuk tangan sebagai bentuk penghargaan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada petugas upacara kelas 8A yang telah menjalankan tugas dengan baik sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung lancar.

Dalam penutup amanatnya, pembina upacara kembali menegaskan pentingnya membangun budaya literasi di lingkungan sekolah. Seluruh siswa diajak untuk membiasakan membaca setiap hari, menulis ringkasan bacaan, mencatat pelajaran, hingga menuliskan praktik-praktik baik dalam buku tapis berseri. Selain itu, siswa juga diimbau untuk memanfaatkan perpustakaan sekolah, pojok baca, serta menggunakan teknologi secara bijak.

Upacara semakin semarak dengan penampilan Sai Wawai kelas 9A yang membawakan lagu “Pelajar Pancasila”. Penampilan ini menambah semangat kebangsaan serta memperkuat nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam diri seluruh siswa.

Melalui upacara bendera kali ini, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung tidak hanya menanamkan kedisiplinan dan nasionalisme, tetapi juga menumbuhkan semangat literasi sebagai bekal penting bagi generasi masa depan.

Penulis: Vincen Simatupang

Senin, 22 Januari 2026, SMP Xaverius 2 kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pencegahan kenakalan remaja dengan menghadiri kegiatan Apel Besar Satgas Retina Angkatan II. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian pembinaan selama sembilan bulan yang telah diikuti oleh para siswa yang tergabung dalam Satgas Retina Angkatan II.

Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi Satgas Retina SMP Xaverius 2 didampingi oleh Bapak Vincen dan Ibu Anggun. Program Satgas Retina sendiri merupakan hasil kerja sama antara pihak sekolah dengan Polresta Bandar Lampung, yang bertujuan membekali para peserta dengan pengetahuan serta keterampilan dalam melindungi lingkungan sekolah dari berbagai bentuk kenakalan remaja dan tindak kejahatan.

Pada apel besar ini, para peserta kembali mendapatkan pembekalan materi, khususnya mengenai bahaya narkoba, meliputi jenis-jenis narkoba, dampak negatif yang ditimbulkan, serta ciri-ciri penyalahgunaan narkoba yang perlu diwaspadai. Selain menerima materi, siswa-siswi Satgas Retina juga dilatih untuk bersikap kritis dan aktif melalui sesi tanya jawab interaktif. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta untuk memperdalam pemahaman mereka.

Melalui kegiatan ini, seluruh anggota Satgas Retina Angkatan II diingatkan kembali akan tanggung jawab dan peran penting mereka sebagai pelopor pencegahan kenakalan remaja di lingkungan sekolah. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi contoh positif bagi teman-teman sebaya.

Kegiatan Apel Besar Satgas Retina Angkatan II ini menjadi momentum berharga bagi siswa-siswi SMP Xaverius 2 untuk terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan bebas dari pengaruh negatif.

Penulis: Yuvanka Prasista (8A)

Program Pembinaan Mental dan Spiritual untuk kelas IX SMP Xaverius 2 Bandar Lampung menjadi program rutin. Begitu juga di tahun pelajaran 2025/2026 pada 14–15 Januari 2026 kegiatan tersebut bertempat di Rumah Pembinaan Matow Way Hurik. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Ibu Dra. Th. Ratih Indriani bersama dengan seluruh panitia yang bertujuan untuk membekali siswa/i kelas IX agar dapat memiliki karakter dan mental spiritual yang baik terlebih pada jenjang pendidikan berikutnya.

WhatsApp_Image_2026-01-17_at_21.43.02.jpeg

Pembinaan Mental dan Spiritual ini diisi oleh dua pemateri, yaitu RD Fransiskus Arisyanto dan RD Yohanes Agus Santoso, yang menyampaikan materi tentang " Etika dan Moralitas yang kuat untuk membangun pribadi yang unggul dan transformatif " sesuai dengan tema retret ini. Selama kegiatan berlangsung, siswa/i berproses dan berdinamika bersama, mengikuti games serta kegiatan bersama dalam kelompok yang membangun kebersamaan dan kerja sama.
Dalam kegiatan pembinaan mental spiritual ini selain mereka mendapat pendampingan dari Para Romo, mereka juga didampingi oleh para guru pendamping dalam mengikuti kegiatan outbond. Ada 4 permaianan yang harus mereka lalui, yang kesemuanya membutuhkan ketelitian, kesabaran, kekompakan, dan percaya kepada teman.

WhatsApp_Image_2026-01-17_at_21.51.08.jpeg
Kegiatan retret ditutup dengan Misa Penutup yang dipimpin oleh RD Fransiskus Arisyanto dan melalui kegiatan ini, peserta didik kelas IX SMP Xaverius 2 Bandar Lampung diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh selama retret dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Rafaella Kidung Widyarosta

Menjadi siswa kelas IX bukan sekedar tentang mengejar nilai, atau mempersiapkan kelulusan. Di tengah jadwal akademik yang padat, seringkali kita lupa untuk memberi ruang bagi diri sendiri. Mengingat kesiapan diri dan ketenangan hati juga penting untuk perjalanan di kelas IX, kegiatan pembinaan mental dan spiritual ini hadir sebagai jeda yang bermakna. 

Pembinaan mental dan spiritual ini mengajak para siswa untuk istirahat dari kegiatan akademik, dan membantu kita mengembangkan karakter kita, dan menguatkan mental serta spiritual kita. Dalam kegiatan ini juga, kita dapat mengenal diri kita lebih dalam, baik itu tentang kekurangan atau kelebihan yang kita miliki.  

Saat menginjakkan kaki di Rumah Retret Matow Way Hurik, suasana langsung terasa hidup dengan semangat dan antusiasme teman-teman. Meski harus merelakan ponsel dikumpulkan, hal itu justru menjadi awal bagi kita untuk benar-benar merasakan kebersamaan tanpa distraksi. 

Kegiatan hari pertama diawali dengan snack time bersama sebagai momen santai sebelum memulai acara. Setelah itu, kami berkumpul di aula dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars SMP Xaverius 2 sebelum acara dimulai.  Suasana terasa formal saat Ibu Ratih memberikan sambutan selaku koordinator, diikuti oleh Ibu Sisil yang memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara secara simbolis. 

Suasana semakin cair saat Pak Frans dan Bu Anggun memandu sesi warming up. Setelah itu, penyampaian materi pertama dimulai bersama RD Fransiskus Arisyanto. Begitu materi pertama selesai, kami jeda sejenak untuk makan siang bersama yang terasa tenang dan hangat. Kegiatan dilanjutkan dengan materi kedua yang disampaikan oleh RD Yohanes Agus Susanto. Di sini, kami kembali diajak untuk fokus pada pengembangan karakter dan kedewasaan iman. 

WhatsApp_Image_2026-01-17_at_21.47.42.jpeg

Selesai materi, suasana berubah menjadi seru dengan kegiatan outbound. Kami dibagi ke dalam kelompok untuk melewati 4 pos tantangan melawan kelompok lain. Di sini, kekompakan dan kerja sama tim benar-benar diuji. Sebagai penutup hari pertama, kami mengikuti renungan malam. Dalam suasana lampu padam dan hanya diterangi cahaya lilin, kami diajak untuk hening sejenak merenungkan perjalanan diri agar menjadi pribadi yang lebih baik. Hari pertama selesai, setelah renungan malam siswa siswi kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat 

WhatsApp_Image_2026-01-17_at_21.49.11.jpeg

 

Hari kedua dimulai pukul 05.00 WIB dengan senam bersama untuk menyegarkan raga. Setelah itu, kami kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap, lalu berkumpul lagi untuk sarapan bersama. Agenda pagi dilanjutkan dengan materi penutup dari RD Fransiskus Arisyanto, yang diselingi dengan momen snack time untuk menjaga semangat kami. 

  Suasana menjadi sangat antusias saat memasuki agenda yang tidak diduga, yaitu pengumuman nominasi King & Queen. Berdasarkan hasil penilaian selama kegiatan, Raffa Gibran Goma terpilih sebagai King, dan Imanuela Tetsuya terpilih sebagai Queen. Dengan berakhirnya sesi tersebut, kami pun bersiap untuk pulang membawa semangat baru, kesiapan mental, dan karakter yang lebih kuat untuk melanjutkan perjalanan di kelas IX. 

Disusun oleh: Imanuel Tetsuya IX B 

Rekoleksi SDM SMP Xaverius 2 Bandar Lampung
Bekerja dengan Hati, Bertumbuh dalam Semangat, Melayani dengan Sukacita

   Sekincau, 16–17 Januari 2026 — Dalam suasana sejuk dan hening Wisma Griya Hening, Sekincau, SDM SMP Xaverius 2 Bandar Lampung mengikuti kegiatan Rekoleksi SDM sebagai ruang jeda untuk menata hati, memperbarui semangat, dan meneguhkan kembali panggilan sebagai pelayan pendidikan. Rekoleksi ini menjadi momentum refleksi bersama bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan dalam memperkuat spiritualitas, etos kerja, serta kebersamaan sebagai komunitas sekolah Katolik.

   Kegiatan diawali dengan Materi 1: Makna Panggilan dan Etos Kerja Positif Berlandaskan Spiritualitas Pendidikan yang dibawakan oleh Rm. Januarius Martin Tsau, OFM. Dalam pemaparannya, Romo Januarius mengajak peserta menyadari kembali bahwa menjadi pendidik bukan sekadar profesi, melainkan panggilan. Dengan meneladani Yesus sebagai Sang Guru Sejati, para peserta diajak untuk mengajar dengan keteladanan, kasih, dan hati yang tulus.

WhatsApp_Image_2026-01-17_at_17.38.11.jpeg

   Semangat kebersamaan semakin terbangun melalui Materi 2: Outbound dengan tema Kolaborasi, Komunikasi, dan Kebersamaan dalam Komunitas Sekolah Katolik, dilanjutkan dengan sesi refleksi personal dan rencana perbaikan diri. Berbagai dinamika yang dijalani mengajak peserta memperkuat kerja sama, membangun komunikasi positif, serta menumbuhkan rasa memiliki sebagai satu keluarga besar SMP Xaverius 2.

WhatsApp_Image_2026-01-17_at_17.39.59.jpeg

   Suasana menjadi semakin hangat dalam Sesi BBQ (bakar-bakar) yang dirancang sebagai dinamika pelayanan. Setiap kelompok menyiapkan hidangan bukan untuk dinikmati sendiri, melainkan dipersembahkan bagi kelompok lain. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, peserta belajar bekerja dengan hati, berproses bersama, serta memberi yang terbaik bagi sesama.

Ketua Pelaksana menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta:

“Terima kasih atas semangat, kerja sama, dan kekompakan Bapak/Ibu dalam kegiatan bakar-bakar ini. Melalui dinamika ini, kita tidak hanya belajar memasak bersama, tetapi juga belajar melayani sesama, bekerja dengan hati, dan memberikan yang terbaik bagi orang lain.
Apa yang setiap kelompok bakarkan hari ini tidak dinikmati sendiri, melainkan dipersembahkan bagi kelompok lain. Inilah makna pelayanan: memberi dengan tulus, berbagi dengan hati, dan bekerja demi kebahagiaan sesama.
Semoga dinamika ini mengajarkan kita bahwa melayani bukan beban, melainkan panggilan untuk saling menguatkan dan membangun kebersamaan.”

WhatsApp_Image_2026-01-17_at_17.41.57.jpeg

   Rekoleksi kemudian ditutup dengan Materi 3: Sharing Perjuangan dengan tema "Growth Mindset (Pola Pikir Bertumbuh) dalam Menghadapi Perubahan dan Tantangan Dunia Pendidikan". Pada sesi ini, peserta diajak saling berbagi pengalaman, membuka diri terhadap perubahan, serta menumbuhkan pola pikir berkembang agar siap menghadapi tantangan pendidikan dengan semangat pembaruan.

WhatsApp_Image_2026-01-17_at_17.43.38.jpeg

   Sebagai puncak kegiatan, seluruh peserta mengikuti Misa Penutup yang dipimpin oleh Rm. Januarius Martin Tsau, OFM. Dalam suasana khidmat dan penuh syukur, Misa ini menjadi momen mempersembahkan seluruh proses rekoleksi kepada Tuhan sekaligus memperbarui komitmen untuk kembali berkarya dengan hati yang dikuatkan dan semangat yang diperbarui.

WhatsApp_Image_2026-01-17_at_17.44.36.jpeg

Kepala SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, Ibu Sisilia Surasi Andriani, S.Si., M.M., menyampaikan penguatan:

“Terima kasih atas keterlibatan dan semangat Bapak/Ibu selama rangkaian rekoleksi ini. Melalui kegiatan ini, kita diajak menata kembali hati, semangat, dan komitmen sebagai pelayan pendidikan.
Ketika kita bekerja dengan hati, pelayanan yang kita hadirkan bukan sekadar kewajiban, melainkan ungkapan kasih dan ketulusan bagi sesama, khususnya para peserta didik dan para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada sekolah.
Semoga semangat bekerja dengan hati, bertumbuh dalam semangat, dan melayani dengan sukacita terus hidup dalam keseharian kita, sehingga SMP Xaverius 2 Bandar Lampung semakin menjadi komunitas yang hangat, solid, dan penuh kasih.”

WhatsApp_Image_2026-01-17_at_17.47.30.jpeg

   Melalui kegiatan rekoleksi ini, seluruh SDM SMP Xaverius 2 Bandar Lampung diharapkan semakin diteguhkan untuk bekerja dengan hati, bertumbuh dalam semangat, dan melayani dengan sukacita demi kemajuan peserta didik dan komunitas sekolah.

Penulis: Vincen Simatupang